Tuesday, May 5, 2009

1..Contreng...





Jangan Lupa, 12 Mei 2009
Contreng Nomor 1..
Di Kampus Universitas Riau.

Thursday, April 30, 2009

Sesuatu yang Tak Ku Mengerti

Tak tau harus berkata apa lagi
maafkan
bukan bermaksud mencampuri
dan masuk dalam kehidupan pribadimu


telah aku ambil keputusan
aku harus sendiri
aku tak kan menunggu


dan jangan juga menungguku
meski berat
harus kulalui


dirimu sesuatu yang tak kumengerti
dan aku
bukan lah seseorang yang suka dengan permainan menyebalkan
like this


bukan kau
tapi aku yang yang akan pergi


seperti permainan biasanya
harus ada yang kalah dan menang
dan aku
yang harus mengalah
bukan kalah

Friday, February 13, 2009

Minyak Bumi = Tas Plastik



Dalam kita berbelanja tas plastik telah menjadi bagian dari kebiasaan kita menggunakannya. Akankah kita teruskan kebiasaan ini?

Faktanya, tas plastik dibuat dari minyak bumi yang tidak terbaharukan, dan jumlahnya kian menipis, sembilan tas plastik mengandung energi yang cukup untuk menjalankan kendaraan 1 km. Keesokan harinya tas plastik ini akan berakhir di tempat sampah, setelah itu alam perlu hingga 1.000 tahun untuk mengurainya. Melihat fakta tersebut, rasanya kita akan sepakat bahwa kebiasaan ini perlu segera dirubah.

Nggak nyangka kan? Yap, biasanya kita memang selalu menganggap remeh sesuatu yang sudah sepertinya terlihat banyak dan sangat disepelekan. Padahal jika kita berhemat, bisa saja pemakaian alokasi minyak bumi tersebut kepembuatan tas plastik kita gunakan untuk pembuatan barang lain yang lebih membutuhkan produksi dengan jumlah yang banyak dan dengan pemanfaatan yang lebih berguna pula. Nah kali ini bukan hanya membahas penghabisan cara untuk sang tas plastik yang ternyata pembuatannya tidak kita duga. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk setidaknya mengurangi pemakaian tas plastik ini, yang paling mudah tentu saja adalah membawa dan menggunakan tas kita sendiri untuk berbelanja.

Namun jika kita masih memiliki tas plastik, gunakan kembali;
1. Gunakan kantong plastik tersebut untuk menyimpan pakaian, dan perlengkapan rumah lainnya;
2. Gunakan sebagai pelapis tempat sampah, sehingga kita tidak perlu lagi membeli kantong sampah;
3. Gunakan kembali untuk kantong belanja;
4. Gunakan kreatifitas kita, ada banyak cara dan ide yang menarik untuk menggunakannya kembali.

Ayo buat perubahan mulai hari ini, ini adalah kontribusi yang kecil tapi dapat memberikan manfaat yang besar untuk lingkungan bukan???

Friday, January 30, 2009

D' Amazing Analogy

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya.

Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat

pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai Variasi topik pembicaraan,

dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,"

Saya tidak percaya Tuhan itu ada".

"Kenapa kamu berkata begitu ???" Timpal si konsumen.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua Terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, Tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu Pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker- istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur.
Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata," Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??"."Saya
disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si konsumen.Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri,
kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!"-kata si konsumen menyetujui." Itulah point utama-nya!.

Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong =!!!

Lalu, bagaimana dengan anda, apakah anda Mempercayai bahwa Allah itu ada???